Dogs

Baru baru ini, salah seorang anggota parlemen (national Assembly) Korea, Rep. Cho Jung-hoon dari Partai oposisi kecil Transisi Korea atau “the minor opposition Transition Korea Party”, mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) asuransi Kesehatan bagi hewan peliharaan masyarakat. Dalam usulannya, program asuransi ini mencakup pertanggungan berbagai jenis perawatan dasar Kesehatan hewan peliharaan, seperti vaksinasi, obat antihelmintik, pemeriksaan kesehatan, dan operasi sterilisasi/pemandulan. Menariknya, Pemerintah pusat dan daerah diharapkan berkontribusi sebesar tiga puluh persen (30%) dari premi asuransinya. Usulan ini merupakan RUU pertama meminta agar pemerintah pusat dan daerah ikut menanggung biaya perawatan hewan peliharaan masyarakat. Usulan ini muncul seiring makin meningkatnya jumlah penduduk di Korea memelihara hewan peliharaan.

Usulan RUU ini tentunya akan mengundang perdebatan publik karena menyangkut pengeluaran uang dari pembayar pajak untuk biaya pengobatan hewan peliharaan. Menurut data pemerintah Korea, jumlah kepemilikan hewan peliharaan di Korea melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini sejalan dengan tingkat kelahiran yang semakin menurun dan jumlah penduduk yang semakin menua. Pada tahun 2015, jumlah keluarga yang memiliki hewan peliharaan sebanyak 21,8 persen, dan pada tahun 2018 naik 3,9 poin menjadi diatas 25%.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh KB Financial Group di tahun 2018, ternyata satu dari empat orang dewasa di Korea memiliki hewan peliharaan/pet. Mereka menghabiskan rata-rata sekitar 100.000 won (1,2 juta Rupiah) per bulan untuk biaya pemeliharaannya. Dilaporkan juga bahwa biaya memelihara seekor anjing dalam sebulan rata-rata 103.000 won (setara dengan 1,3 juta rupiah). Sementara itu, untuk seekor kucing membutuhkan rata-rata 78.000 won (900,000 Rupiah). Diantara hewan peliharaan di Korea, anjing merupakan hewan peliharaan paling populer sekitar 75,3 %, kemudian diikuti oleh kucing dan ikan mas. Mayoritas (85,6%) pemilik hewan peliharaan yang disurvei, mengaku bahwa mereka menganggap hewan peliharaan sebagai anggota keluarga, terlebih di antara mereka yang berusia 60-an atau lebih.

Selain itu, berdasarkan survei ini, banyak pemilik hewan peliharaan di Korea saat ini mengeluhkan tentang mahalnya biaya pemeliharaan dan perawatan hewan peliharaannya. Parahnya lagi, antar klinik hewan yang satu dengan yang lainnya sering mengenakan biaya yang berbeda untuk mengobati penyakit yang sama. Hal ini disebabkan antara lain, karena tidak ada standar bersama atau resmi untuk menentukan biaya dokter hewan.

Dalam situasi inilah, usulan menawarkan asuransi kesehatan yang dikelola negara untuk hewan peliharaan mendapatkan momentum.

Diperkirakan, 1 dari 3 hewan peliharaan membutuhkan perawatan medis darurat dalam hidup mereka. Itulah sebabnya banyak dokter hewan merekomendasikan kepada para pemilik hewan peliharaan untuk mendaftarkan pertanggungan Kesehatan hewan peliharaan mereka sesegera mungkin, sebelum masalah Kesehatan hewan peliharaannya muncul. Asuransi hewan peliharaan adalah salah satu alat yang memungkinkan para pecinta hewan peliharaan ini dapat merawat mereka tanpa beban keuangan.

Sebagai perbandingan, menurut Asosiasi Asuransi Kesehatan Hewan Peliharaan Amerika, Pemilik hewan peliharaan di Amerika Serikat menghabiskan lebih dari $ 1 miliar (14 Trilyun Rupiah), untuk asuransi hewan peliharaan di tahun 2018. Diperkirakan 1,8 juta anjing dan kucing saat ini dilindungi oleh asuransi. Sementara itu di Korea, saat ini, baru beberapa pemerintah daerah, termasuk Seoul dan Namyangju di Provinsi Gyeonggi, memberikan dukungan keuangan untuk pembelian asuransi anjing oleh penduduk dari perusahaan asuransi swasta.

Source: https://www.koreatimes.co.kr/www/nation/2021/10/119_316485.html

Klik untuk berbagi info
error: Content is protected !!