Tahun 2020, tingkat kesuburan (fertility rate) di Korea Selatan turun dari 0,92 menjadi 0,84, merupakan angka terendah yang pernah tercatat. Populasi Korea juga menurun secara alami untuk pertama kalinya, dimana jumlah kematian melebihi angka kelahiran. Terjadi penurunan tajam dalam jumlah pernikahan selama pandemi COVID-19, telah memicu kekhawatiran bahwa jumlah kelahiran akan menyusut lebih tajam lagi di masa depan. Fertility Rate adalah angka rata-rata jumlah anak yang diharapkan dilahirkan seorang wanita Korea yang berusia 15-44 tahun selama hidupnya.

sumber: http://www.hani.co.kr

Di Korea, angka kelahiran/1000 wanita, turun di bawah 1 untuk pertama kalinya pada 2018, yang mencapai 0,98; kemudian turun lagi tahun lalu di bawah 0,9. Tingkat kesuburan total, Korea Selatan adalah yang terendah di dunia. Pada 2018, Korea menjadi satu satunya negara dari 37 negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang memiliki angka kelahiran di bawah 1 (0,98). Tingkat rata-rata di negara anggota OECD adalah 1,63.


Sementara itu, jumlah bayi yang lahir tahun 2020 sebanyak 272.400 bayi, turun 10% dari 2019 (302.700). Jumlah persalinan turun di bawah 300.000, hanya tiga tahun setelah pertama kali turun di bawah 400.000 pada tahun 2017.
Korea melaporkan 305.100 kematian tahun lalu, lebih banyak dari jumlah kelahiran sebanyak 32.700. Hal ini terjadi untuk pertama sekali, menandai pola penurunan populasi secara alami, di mana lebih banyak kematian daripada kelahiran. Pemerintah Korea mencatat 213.513 pernikahan tahun lalu, turun 10,7 persen dibanding tahun sebelumnya.


Dalam proyeksi populasi jangka Panjang, Korea memperkirakan bahwa tingkat kesuburan total negara tersebut akan menjadi 0,86 pada tahun 2021, bahkan diperkirakan bisa 0,78 sebagai proyeksi yang lebih pesimis.


Sumber (adaptasi): http://english.hani.co.kr/arti/english_edition/e_national/984524.html

Klik untuk berbagi info
Translate ยป
error: Content is protected !!