Sejalan dengan kebijakan “Living with Covid-19” di Korea, yang dimulai sejak 1 November 2021, Menteri tenaga Kerja Korea menyampaikan bahwa Pemerintah Korea juga segera secara bertahap mencabut pembatasan kedatangan pekerja migran. Disampaikan bahwa paling lambat mulai akhir bulan ini, pekerja migran dari berbagai negara akan segera masuk. Saat ini, kementerian terkait sedang mempersiapkan dan mengambil langkah-langkah untuk membuka kembali pintu bagi pekerja migran seperti semula. Dalam penjelasannya saat berkunjung ke salah satu tempat kerja yang mempekerjakan pekerja migran, menteri tenaga kerja An Kyung-duk menekankan bahwa proses pembukaan untuk masuknya tenaga kerja asing akan dilakukan secara bertahap. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi antara lain, pekerja asing akan masuk ke negara itu harus dipastikan telah divaksinasi di negara asal dan memiliki hasil negatif tes PCR. Juga, wajib menjalani karantina mandiri dua minggu pada saat kedatangan. Selain itu pemerintah Korea juga tidak lagi menerapkan pembatasan kuota jumlah kedatangan pekerja migran harian dan mingguan sebagaimana ini diterapkan selama masa pandemik. Sebagaimana diketahui bahwa selama masa pandemik, Korea hanya mengizinkan sejumlah pekerja migran dari negara tertentu dengan jumlah yang sangat terbatas masuk ke Korea karena kekhawatiran penyebaran virus.


Pembukaan pintu masuk bagi pekerja migran ke Korea saat ini, tentunya tidak lepas dari keinginan pemerintah Korea untuk segera memulihkan perekonomiannya akibat pandemik covid-19 yang berkepanjangan dan desakan para pelaku ekonomi negara ini. Banyak usaha kecil dan menengah di Korea, serta sektor pertanian, mengeluh kekurangan tenaga kerja. Hal ini disebabkan karena penurunan jumlah pekerja migran yang sangat signifikan selama pandemic. Sebagai perbandingan, jumlah pekerja migran yang memasuki Korea Selatan sebelum pandemik rata-rata 50.000 an orang per tahun, turun menjadi dibawah 7.000 tahun lalu, menurut catatan kementerian Tenaga Kerja Korea.


Dengan masuknya pekerja migran ke Korea, diharapkan pelaku usaha kecil dan menengah dapat segera menjalankan usahanya dengan “full scale”, sebagaimana sebelum pandemik. Di sesi lain juga, desakan dari sekitar 50.000 an orang asing yang sudah mendapatkan kontrak kerja dan ijin untuk masuk, saat ini sedang menunggu di negara-negara yang menjadi partner program G2G atau yang lebih dikenal dengan program Employment Permit System (EPS).(Yonhap)


Sumber: https://www.koreatimes.co.kr/www/nation/2021/11/120_318030.html

Video Tour Keliling German Village di Korea.

@Anta-Oelin Channel

Klik untuk berbagi info
error: Content is protected !!