Selain mempunyai 4 musim (Musim Panas, Musim Dingin, Musim Semi dan Musim Gugur), Korea juga mengenal ‘musim’ hujan yang disebut 장마 (Jangma). Diduga kata Jangma berasal dari huruf Cina, yang artinya “Panjang” dan “Hujan”. Yang jika diartikan secara sederhana “hujan berkepanjangan” jika digabungkan. Musim hujan yang datang sekali setiap tahun, umumnya berlangsung dari pertengahan Juni sampai akhir Juli di musim panas. Musim hujan di Korea ini terjadi ketika udara lembab di Kawasan Asia Timur membentuk front. Front di dalam istilah meteorologi merupakan wilayah transisi tempat bertemunya dua massa udara yang berbeda sifat fisik dan kekuatannya. Ketika sebuah front melewati suatu area, itu menandakan terjadinya perubahan pada temperatur, embun, laju angin, arah angin, tekanan atmosfir, dan mengakibatkan perubahan dalam pola curah hujan. Ini adalah fenomena unik di kawasan Asia Timur.
Menurut Badan Meteorologi Korea bahwa di tahun 2021, permulaan musim hujan tiba lebih lambat beberapa minggu, dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga musim hujan tahun ini dimulai pada awal Juli. Fenomena ini merupakan yang pertama kalinya sejak 1982, dimana musim hujan dimulai pada bulan Juli, bukan Juni.

Satu hal yang menarik di Korea, saat hujan turun dimana perasaan hingga pikiran pun seringkali terbang melayang. Tak jarang pula, berbagai kenangan hidup baik bahagia ataupun sedih juga acap kali datang tanpa permisi, yang mungkin membuat seseorang merasa sedih, atau terkenang orang-orang terkasih. Ternyata orang Korea memiliki cara tersendiri untuk menikmati masa musim hujan ini yaitu kombinasi fantastis makan dan minum 막걸리 (makgeolli) dan 파전(Pajeon).
Ketika berkunjung ke Korea saat musim hujan, kita dapat memperhatikan banyak restoran yang menjual (pajeon) (diterjemahkan“pancake”), penuh dengan pelanggan yang menikmati kombinasi pancake dan막걸리 ( makgeolli), minuman beralkohol yang terbuat dari beras. Pajeon yang original terbuat dari tepung terigu dan daun bawang dicampur dengan air dingin. Banyak orang Korea mengatakan bahwa suara Pajeon saat digoreng mengingatkan mereka pada suara tetesan air hujan. Namun demikian, sesungguhnya, yang membuat kombinasi – 막걸리 (makgeolli), dan 파전(Pajeon), ini begitu populer selama musim hujan karena tepung terigu yang digunakan dalam Pajeon dan Makgeolli mengandung banyak serotonin, bahan kimia yang mengirimkan sinyal antara sel-sel saraf manusia yang merangsang dan meningkatkan perasaan/emosi dan nafsu makan, sehingga hal itu membantu memberikan perasaan yang “menghibur” ketika hari hujan yang kadang membuat perasaan sedih atau melo.
Terlepas dari cara tradisional orang Korea untuk menghibur suasana hati mereka selama musim hujan, dengan 막걸리 (makgeolli) dan 파전(Pajeon), bagi orang Indonesia yang berasal dari negara musim hujan dan beriklim panas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk bisa melalui musim hujan di Korea dengan nyaman.

Pertama, siapkan sepatu atau sendal Kedap Air. Ada berberbagai pilihan misalnya seperti yang dikenakan kebanyakan murid-murid sekolah dasar di Korea, mereka mengenakan Crocs atau sandal unik, atau beli sepatu kets kedap air atau sepatu karet boot musim hujan yang lurus. Kedua, jangan lupa selalu siapkan Payung yang bisa dibawa, atau bisa juga menempatkan beberapa payung anda di berbagai lokasi, misalnya di rumah, atau di tempat kerja. Jika tidak maka anda perlu membeli payung, karena berada di luar tanpa payung berarti akan basah kuyup. Jangan lupa juga merawat koleksi payung anda yang terus bertambah. Ketiga, siapkan Kipas Angin. Walaupun anda memiliki AC di apartemen atau rumah, anda mungkin membutuhkan kipas angin untuk membantu menjaga udara tetap bergerak dan bagi mereka yang tidak memiliki pengering, kipas angin dapat anda nyalakan di rak pengering untuk membantu menjaga pakaian anda cepat kering jika terkena hujan dari luar. Semoga semua orang tetap sehat dan nyaman selama musim hujan di Korea***

Klik untuk berbagi info
Translate »
error: Content is protected !!