National Cemetery Gwangju

Korea yang dikenal sebagai salah satu negara demokrasi, dengan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa seperti saat ini, ternyata memiliki beberapa kemiripan catatan sejarah perjuangan pro-demokrasi seperti halnya umum terjadi di berbagai negara sebelum mencapai tahapan kehidupan demokrasi yang matang.

Pada tanggal 18 Mei 1980, sekitar 600 an mahasiswa berkumpul di Universitas Nasional Chonnam untuk memprotes penindasan terhadap kebebasan akademik dan dipukuli oleh pasukan pemerintah. Para demonstran warga sipil kemudian mendukung aksi protes tersebut dan kemudian bergabung dengan para mahasiswa. Diperkirakan hampir seperempat juta orang berpartisipasi dalam aksi protes tersebut. Meskipun ditekan secara brutal dan memakan banyak korban, peristiwa tanggal 18 May 1980 dianggap sebagai momen penting dalam perjuangan demokrasi di Korea Selatan. Peristiwa tahun 1980 di Kwangju tersebut terus memberikan dampak yang signifikan terhadap warga Korea dan dinamika politik di Korea hingga saat ini.

Kwangju merupakan ibu kota provinsi Chŏlla Selatan (Jeolla do), di sebelah barat daya Korea Selatan memiliki sejarah panjang sebagai oposisi terhadap rezim Park Chung Hee dan merupakan pusat gerakan pro-demokrasi di Korea.Sebuah pemakaman nasional dan Museum di Kwangju didedikasikan untuk para korban yang tewas selama perjuangan demokrasi maupun pelaku sejarah yang masih hidup hingga saat ini . Selain itu, tanggal 18 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai hari peringatan nasional “Pemberontakan Kwangju” di Korea. Hari ini, tepat 41 tahun yang lalu – adalah hari bersejarah  dalam perkembangan demokrasi di republik Korea. Berikut adalah link video youtube: kunjungan ke Pemakaman National May 18. https://youtu.be/XloaYcPUzV4

Klik untuk berbagi info
error: Content is protected !!