Pemerintah Korea saat ini sedang menugaskan the Korea Employment Welfare Pension Institute (한국 고용 복지 연금 연구원), untuk melakukan penelitian terhadap kemungkinan  membuka rekrutmen orang asing  dari berbagai negara menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) atau pekerja rumah tangga.  Berdasarkan undang-undang saat ini, hanya warga negara Korea dan etnis Korea dari Tiongkok dapat dipekerjakan sebagai ART. Selain itu, orang asing dengan status permanent resident atau mereka yang menikah dengan orang Korea, juga bisa bekerja sebagai ART secara legal di Korea.

Mengingat struktur demografi Korea yang berubah antara lain angka Kelahiran di Korea yang semakin menurun, salah satunya karena semakin banyak wanita di Korea tidak ingin kehilangan karirnya. Para wanita cenderung melakukan lebih banyak pekerjaan rumah dan pengasuhan anak daripada laki-laki, meskipun mereka adalah pasangan yang bekerja. Dengan adanya ART, diharapkan dapat membantu meringankan beberapa kesulitan yang dihadapi wanita yang bekerja, serta berpotensi meningkatkan partisipasi kegiatan ekonomi dan pengembangan diri kaum wanita di Korea. Selain itu, faktor lain adalah jumlah orang yang ingin bekerja sebagai ART semakin sedikit.

Dalam rangka rencana membuka peluang kerja bagi orang asing menjadi ART, saat ini sedang berlangsung studi terkait berbagai aspek ketenagakerjaan ART, termasuk didalamnya menyangkut dampak dan mekanisme perekrutan. Studi yang sedang berlangsung saat ini, rencanakan akan selesai pada bulan November tahun ini. Sejumlah rekomendasi berdasarkan analisis studi kasus terkait kegiatan memasok tenaga kerja ART ke pasar domestik diberbagai negara sedang dipelajari secara rinci.

Dari sisi hukum, pemerintah Korea juga saat ini sedang mempersiapkan undang-undang baru yang terkait pekerjaan asisten rumah tangga, yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi kerja mereka saat ini secara umum. Setelah undang-undang pekerja rumah tangga ini diberlakukan, diharapkan kondisi ART di Korea, yang berjumlah sekitar 600.000 saat ini, dapat menerima perlindungan yang lebih layak, dan dianggap sama seperti pekerja tetap lain. Mereka kedepannya juga diharapkan bisa mendapatkan hak-hak yang sama seperti pekerja lainnya, menurut Undang-Undang ketenagakerjaan, seperti jaminan cuti tahunan, pesangon, dan mendapatkan empat jenis perlindungan asuransi utama.

Pemerintah Korea akan memutuskan apakah akan melegalkan perekrutan warga negara asing sebagai pekerja rumah tangga, setelah undang-undang baru disahkan dan berlaku, serta memperhatikan kondisi supply dan demand pasar tenaga kerja, selama masa pandemic covid-19. Dengan demikian, keputusan akan dibuat paling cepat tahun depan.Terkiat dengan adanya peluang kerja menjadi asisten rumah tangga di Korea di masa depan, salah satu tantangan dan sekaligus peluang adalah memiliki kemampuan berbahasa korea. Karena, dapat dipastikan bahwa kemampuan berbahasa Korea akan menjadi satu faktor penting dalam proses rekruitmen pekerja rumah tangga ini. – salam sehat. 

(Sumber: Gov’t considers allowing hiring of foreign housekeeper. https://www.koreatimes.co.kr/www/nation/2021/05/371_308870.html)

 

Klik untuk berbagi info
error: Content is protected !!