korea

Korea mempertimbangkan untuk memperkenalkan “Pas Vaksin” (Vaccine Pass) pada awal November, bulan depan. Pernyataan ini datang dari Perdana Menteri Kim Boo-Kyum dalam pertemuan persiapan mengadopsi skema “hidup dengan COVID-19”. Rencana Pas Vaksin ini akan diperkenalkan ketika tingkat vaksinasi di Korea telah mencapai lebih dari 90 persen orang tua, dan 80 persen orang dewasa. Pada saat itu, virus COVID-19 bukan lagi dianggap sebagai virus misterius yang menakutkan dan dapat dikendalikan.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Pas-Vaksin”? Pada dasarnya, Pas Vaksin adalah bukti resmi bahwa seseorang sudah mendapatkan vaksinasi yang dapat ditunjukkan pada saat berpartisipasi dalam suatu kegiatan yang berisiko tinggi seperti menghadiri acara pertemuan besar di fasilitas serbaguna (multipurposes) atau bepergian ke luar negeri. Di beberapa negara, Pas Vaksin ini berupa kartu yang dapat dibawa-bawa (seperti halnya paspor), sehingga disebut juga Paspor Vaksin, sementara di beberapa negara tertentu mengunakan kode QR digital, atau terkadang keduanya. Di Jerman, misalnya, paspor  vaksin diperlukan untuk menghadiri acara di dalam ruangan dan ketika mengunjungi rumah sakit. Di Prancis, paspor vaksin ini diperlukan agar bisa masuk ke gedung teater dan stadion. Sementara itu di Korea sendiri belum diputuskan bentuknya seperti apa.

Jika Korea memperkenalkan Pas Vaksin, kemungkinan besar orang yang tidak divaksinasi akan dilarang memasuki fasilitas atau menghadiri acara di fasilitas serbaguna kecuali mereka memiliki verifikasi negatif dari tes PCR yang dilakukan dalam dua hingga tiga hari sebelumnya. Yang dimaksud dengan fasilitas serba guna adalah teater, universitas, museum, tempat konferensi, galeri seni, fasilitas untuk pertandingan olahraga, budaya, atau kegiatan yang terkait dengan pariwisata, dan bangunan/fasilitas yang terutama berfungsi sebagai taman bermain rekreasi atau ruang kerja.

Tujuan dari Pas Vaksin ini akan membantu meminimalkan penularan virus di antara  orang-orang yang tidak divaksinasi. Dengan kata lain, pengunaan Pas Vaksin bertujuan untuk mengendalikan penyebaran virus pada kelompok yang tidak divaksinasi, karena mereka yang tidak divaksinasi memiliki risiko lebih tinggi jatuh ke dalam kondisi kritis setelah terinfeksi. Walaupun sistem Pas Vaksin ini sifatnya sementara, tentu akan lebih nyaman jika semua orang telah divaksinasi.

Sumber: http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20211013000850

Klik untuk berbagi info
error: Content is protected !!