Mulai hari ini, Senin, 1 November 2021, Korea memulai kebijakan “Living with Covid-19.” Kebijakan Living with Covid-19 artinya Covid-19 bukan lagi dianggap sebagai virus yang “menakutkan” yang tidak dapat diatasi penyebarannya, melainkan status dan penanganan Covid-19 menjadi sama seperti halnya jenis virus biasa lainnya. Dengan demikian masyarakat dianggap sudah siap untuk kembali beraktifitas sebagaimana keadaan sebelum pandemik.
Dalam rangka mensukseskan kebijakan ini, Pemerintah Korea meluncurkan strategi bertahap dengan tiga fase menuju kondisi normal secara penuh pada 20 Februari 2022. Setiap fase akan berlangsung selama 6 minggu. Secara bertahap, semua pembatasan jarak (sosial distancing) akan dilonggarkan, tetapi untuk kewajiban memakai masker dan protokol Kesehatan tetap berlaku.

 

Suasana salah satu sudut kota Seoul

Untuk fase pertama, dimulai dengan pencabutan pembatasan jam operasional bisnis seperti restoran, café, gym, perpustakaan dan bioskop, dan memungkinkan pertemuan pribadi diijinkan hingga 10 orang di wilayah ibu kota Seoul, Gyeonggi-do, Incheon, sementara diluar itu diijinkan sampai 12 orang.

Pada fase pertama ini, sejumlah larangan diberlakukan untuk orang-orang yang tidak divaksinasi, antara lain dilarang memasuki fasilitas serba guna seperti gym, ruang bernyanyi, dan pemandian umum kecuali mereka menyerahkan hasil tes PCR negatif COVID-19, yang dilakukan dalam waktu 48 jam, atau dokumen lain yang membuktikan bahwa mereka tidak dapat menerima vaksin karena alasan medis yang disebut sistem vaksin pass.” (lihat tulisan terkait sebelumnya tentang vaksin pass.) Juga, pemerintah membatasi hanya empat orang yang tidak divaksinasi per kelompok yang dapat berkumpul di kafe dan restoran. Terlepas dari kontroversi terkait langkah pemerintah ini, karena dianggap secara tidak langsung “memaksa” vaksin kepada mereka yang memilih untuk  tidak divaksinasi, namun pemerintah memberikan alasan bahwa hal itu tak terhindarkan untuk kembali mencapai keadaan normal. Dan tujuan pemerintah adalah untuk menekan jumlah kematian dan menjaga jumlah pasien yang sakit kritis di bawah tingkat yang dapat diatasi oleh kapasitas sistem medis yang tersedia saat ini di Korea. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah penyebaran virus di antara yang tidak divaksinasi dengan menerapkan pelarangan secara terbatas.

Menurut Korea Disease Control Agency (KDCA), 75,3 persen dari penduduk di Korea, atau 38,7 juta orang, telah divaksinasi penuh pada hari Sabtu tanggal 30 November 2021.

Klik untuk berbagi info
error: Content is protected !!