travelling to Korea

Kabar baik bagi para traveler Indonesia ke Korea. Sejumlah pertanyaan dan kekhawatiran  terkait apakah sertifikat penerima vaksin Sinopharm dan Sinovac di Indonesia, bisa diakui Ketika masuk ke Korea? Kekhawatiran ini telah terjawab, dengan dikeluarkannya aturan dari kementerian Kesehatan Korea, bahwa mulai minggu ini, pemerintah Korea telah mengakui orang (asing) yang mendapatkan vaksinasi virus corona di luar Korea akan diperlukan sama seperti halnya orang yang mendapatkan vaksinasi di Korea. Artinya mereka yang telah divaksinasi secara penuh di luar Korea dapat menikmati beberapa “insentif” yang ditawarkan pemerintah Korea, seperti dikecualikan dari pembatasan jumlah orang yang diizinkan untuk hadir dalam pertemuan pribadi, dikecualikan untuk kewajiban karantina selama dua minggu bagi orang yang mengunjungi Korea untuk tujuan bisnis atau akademis, atau untuk bertemu anggota keluarga dekat.

Selama ini, insentif hanya berlaku untuk orang-orang yang divaksinasi dan mendapatkan sertifikasi di Korea. Dengan kata lain, divaksinasi di luar negeri tidak diakui. Hal ini dikarenakan, ketidaktersediaan sistem di Korea untuk bisa memverifikasi atau memvalidasi sertifikat vaksinasi yang diterbitkan di luar negeri. Situasi ini, tentunya menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang-orang yang telah divaksinasi di negara lain, dan mendatangkan keluhan terhadap kebijakan tersebut.

Dengan pertimbangan itulah, akhirnya Kementerian Kesehatan Korea telah memutuskan untuk secara bertahap mengakui sertifikat vaksinasi dari luar negeri, dimulai dengan orang yang memenuhi syarat untuk melewati karantina mandiri wajib pada saat kedatangan, seperti United States Force Korea (USFK)) orang yang menjalankan tugas kedinasan, diplomat dan keluarganya.

Aturan baru ini hanya berlaku untuk mereka yang telah diberikan vaksin yang telah disetujui untuk penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO): Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, AstraZeneca (termasuk Covishield), Sinopharm dan Sinovac. Yang menarik untuk dicermati adalah vaksin buatan China Sinopharm dan Sinovac juga ada dalam daftar. Sebagaimana diketahui, kedua jenis vaksin ini belum mendapat persetujuan untuk pengunaan darurat di Korea dari pihak otoritas terkait, walaupun WHO telah memberikan persetujuan untuk pengunaan darurat selama mas pandemik. Pihak kementerian Kesehatan Korea membenarkan dan telah memutuskan untuk menerapkan aturan yang mengakui vaksinasi yang dilakukan oleh yang sama dalam hal mengenali catatan vaksinasi.

Dengan demikian, para pencinta Drakor yang sudah berencana untuk datang ke Korea dalam waktu dekat ini, walaupun mendapat vaksin Sinopharm dan Sinovac tidak perlu khawatir bakal ditolak di korea, karena Pemerintah Korea telah menyatakan mengakui dan memperlakukan sama dengan jenis vaksin lainnya yang pemakaian telah disetujui oleh WHO.ST
Sumber:  https://m.koreatimes.co.kr/pages/article.asp?newsIdx=316578

Klik untuk berbagi info
error: Content is protected !!