Jika anda menikah dengan “Oppa” atau Cewek Korea, maka anda akan mendapat visa F-6-1. Dari sekian banyak kategori visa tinggal di Korea, visa F-6-1 salah satu yang paling ok. Visa F-6-1 memberikan tingkat kebebasan dan fleksibilitas yang tinggi, misalnya dalam hal bekerja. Anda bisa bekerja di semua bidang pekerjaan, sepanjang memenuhi persyaratan, seperti halnya warga negara Korea (WNK) lain. Anda bisa bekerja paruh waktu, bahkan punya beberapa pekerjaan sekaligus atau membuat usaha sendiri. Anda tidak terikat pada majikan untuk sponsor visa Anda. Anda dapat berganti pekerjaan atau mengambil pekerjaan tambahan tanpa harus khawatir berdampak pada status visa Anda.Secara prinsip, untuk mengajukan visa F-6-1, selain dokumen-dokumen perkawinan, perlu diperhatikan dan dipersiapkan hal-hal berikut: 1) kemampuan bahasa Korea 2) Kemampuan keuangan pasangan yang menjadi sponsor 3) Ketersediaan tempat tinggal yang layak; (4) dokumen tambahan lainnya, sesuai dengan kondisi kekhususan dari negara asal dan juga kondisi pasangan sponsor. 

Kemampuan Bahasa Korea, sejak April 2014, dipersyaratkan sekurang-kurangnya pasangan orang asing (misalnya WNI) lulus TOPIK level 1 atau yang setara dengan TOPIK Level 1. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa pasangan mix-marriage dapat berkomunikasi untuk hal-hal yang dasar. Selain sertifikat TOPIK Level 1, kemampuan bahasa Korea bisa juga ditunjukkan dengan adanya (a) sertifikat telah mengikuti program bahasa Korea tingkat dasar di pusat pendidikan yang ditunjuk oleh Kementerian Kehakiman Korea, misalnya Program KIIP (Korea Immigration & Integration Program); (b) menujukkan bukti keimigrasian telah tinggal di Korea selama satu tahun atau lebih; (c) Jika pasangan WNK dapat berbicara bahasa dari pasangan asingnya (misalnya bahasa Indonesia) atau ada bahasa asing ketiga (misalnya bahasa Inggris) yang digunakan WNK dan pasangan asingnya dalam berkomunikasi; (d) Dalam hal WNK tinggal selama satu tahun atau lebih secara terus menerus di Indonesia, atau jika WNK dan pasangan asing  tinggal selama sekurang-kurangnya 1 tahun di negara di mana bahasa ketiga digunakan; (d) atau jika sponsornya adalah WNK yang dinaturalisasi, misalnya WNI yang sudah dinaturalisasi menjadi WNK kemudian menikah dengan WNI, maka, persyaratan untuk kemampuan bahasa Korea dianggap terpenuhi. 

Wawancara dapat dilakukan oleh pihak Imigrasi dalam proses pengajuan untuk memastikan sponsor dan pasangannya memiliki  kemampuan bahasa yang cukup untuk kepentingan perkawinan.Persyaratan bahasa Korea dapat dikesampingkan jika telah memiliki anak yang lahir antara sponsor dan pasangan asingnya.

Selanjutnya, penting diperhatikan juga kemampuan Keuangan Pasangan WNK yang menjadi Sponsor sebelum menikah, karena akan mempengaruhi proses aplikasi visa F-6-1 (bersambung)

Klik untuk berbagi info
Translate »
error: Content is protected !!