Hukum di Korea tidak mensyaratkan adanya upacara keagamaan, seperti halnya hukum Indonesia. Suatu perkawinan dapat diakui secara hukum cukup dengan melaporkan dan mendaftarkan perkawinan anda ke kantor pemerintahan distrik, atau setingkat kecamatan yang disebut dengan “Gu-Cheong”. Gampang bukan!!

Untuk melaporkan dan mendaftarkan perkawinan anda di kantor Gu-Cheong, anda perlu membawa surat pengantar yang menerangkan kelayakan anda untuk menikah (the Affidavit of Eligibility of Marriage) dapat diperoleh di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul. Untuk mendapatkan surat pengantar ini, anda dapat berkonsultasi langsung dengan KBRI Seoul. Selain itu, biasanya dibutuhkan dua orang saksi untuk hadir dalam proses pendaftaran perkawinan anda di kantor Gu-Cheong. Jika semua persyaratan telah terpenuhi, kantor distrik setempat akan menerbitkan sertifikat pendaftaran pernikahan (수리증명서) dan sertifikat pernikahan Korea (혼인 관계 증명서) yang dapat diprint sendiri setiap waktu jika dibutuhkan. Dengan terdaftarnya perkawinan ada di kantor Gu-Cheong, maka proses administrasi pernikahan anda selesai menurut hukum Korea.

Namun demikian, sebagai WNI anda masih tunduk kepada hukum Indonesia, oleh karena itu, anda harus memperhatikan hukum Indonesia terkait perkawinan dan administrasi kependudukan. Sebagai contoh, pasal 37 ayat (1) Undang-Undang tentang Administrasi Kependudukan, mewajibkan perkawinan campuran yang dilakukan di luar negeri, untuk melaporkan perkawinannya ke perwakilan Republik Indonesia di negara tersebut.

Selanjutnya, jika kembali ke Indonesia, surat bukti perkawinan mereka wajib didaftarkan ke kantor disdukcapil, tempat tinggalnya paling lambat 30 hari setelah yang bersangkutan kembali ke Indonesia. Kelalaian dalam melakukan pelaporan perkawinan di perwakilan Republik Indonesia di negara tempat berlangsungnya pernikahan, maupun pelaporan perkawinan di disdukcapil tidak mempengaruhi sah-tidaknya perkawinan yang dilaksanakan di luar wilayah Indonesia, namun akan berdampak pada pelaksanaan hak-hak hukumnya di Indonesia, terutama terkait layanan administrasi bagi pasangan tersebut maupun anak.*

bersambung

Klik untuk berbagi info
Translate »
error: Content is protected !!